SALAM PAPUA (TIMIKA) - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Mimika mengharapkan agar Pemkab Mimika memiliki regulasi khusus untuk meminimalisir kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak dan memberi efek jera kepada para pelaku.
Hal ini disampaikan Ketua FKDM Mimika Luky Mahakena, mengingat maraknya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Mimika. Hal ini terjadi menurut dia, lantaran sejauh ini belum ada parameter pengawasan dan pencegahan. Meski parameter pertama adanya dalam keluarga, namun predator anak atau para pelaku memiliki insting yang tidak terkontrol. Karena itu diminta agar Pemerintah bersama penegak hukum membuat regulasi khusus sehingga bisa meminimalisir terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.
"Selama ini kita tahu kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Timika cukup tinggi. Ini harus menjadi atensi bagi pemerintah, karena yang menjadi korban itu merupakan anak-anak bangsa. Pemerintah harus membuat satu regulasi khusus untuk pencegahan dan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku," ungkap Luky, Sabtu (25/11/2023).
Menurut Dia, pemerintah harus menjadi yang terdepan dalam persoalan keselamatan anak. Untuk itu pemerintah yang harus membuat konsep atau model penanganan dan pencegahan serta tuntutan bagi para pelaku. Kemudian didiskusikan dan disepakati bersama aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian.
Regulasi dimaksud ialah bagaimana pemerintah memastikan pemberian hukuman keras bagi para pelaku. Diharapkan melalui regulasi khusus tersebut pemerintah berkomitmen untuk menuntut hukuman secara spektakuler supaya memberikan efek jera kepada para pelaku. Sebagai contohnya, pemerintah tetapkan hukuman mati bagi para pelaku.
"Regulasi ini menjadi konsep bersama dari pemerintah dan penegak hukum untuk melindungi anak-anak bangsa. Kita harus tahu bahwa apapun kekerasan yang terjadi pada anak, maka masa depannya tidak akan bagus. Pemerintah harusnya yang punya hak untuk tetapkan hukuman bagi para pelaku dalam masalah ini, karena yang menjadi korbannya adalah masyarakatnya," tegasnya.
Dia menambahkan, yang menjadi prinsip ialah harus jeli melihat, membaca, mendengar dan waspada dalam pola hidup bermasyarakat sehingga kekerasan seksual tidak terjadi pada anak-anak.
"Sangat kasihan nasib anak-anak yang jadi korban itu. Siapa yang akan bertanggungjawab untuk masa depan mereka" tuturnya.
Sejauh ini, sanksi bagi para pelaku kekerasan seksual terhadap anak sama sekali tidak membalas kehancuran masa depan dari anak-anak yang menjadi korban. Sebab kasus seperti ini kerap diselesaikan secara kekeluargaan, padahal seharusnya apapun upaya penyelesaian secara kekeluargaan, hukum harus tetap teguh untuk menghukum para pelaku seberat-beratnya.
"Harusnya apapun upaya penyelesaian oleh keluarga pelaku dan korban, tetapi untuk penegakan hukum, pelaku harus tetap dihukum supaya kasus-kasus serupa tidak terulang kembali dilakukan oleh para predator," jelasnya.
Penulis : Acik
Editor : Jimmy