Pelabuhan Poumako Dinilai Kumuh Dan Tanpa Sarpras Pelabuhan Poumako Timika, Kabupaten Mimika (salampapua.com/Foto istimewa)

Pelabuhan Poumako Dinilai Kumuh Dan Tanpa Sarpras

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Pelabuhan laut Kabupaten Mimika di Poumako dinilai sangat kumuh tanpa adanya sarana dan prasarana (Sarpras) lengkap seperti daerah lainnya di Indonesia.

Hal ini disampaikan salah seorang pengusaha khusus ekspor hasil laut di Timika. Pengusaha muda yang tidak ingin namanya dipublish ini mengaku pelabuhan Poumako seperti pelabuhan ilegal khusus akses penyelundupan lantaran tidak adanya fasilitas.

"Pelabuhan Poumako sangat tidak terurus. Jadinya seperti pelabuhan ilegal khusus akses penyelundupan barang apa begitu," ungkap Pria yang mengaku mengekspor hasil laut Timika hingga ke Singapore ini saat ditemui salampapua.com, Rabu (8/11/2023).

Hal yang sama juga disampaikan Kepala PELNI Timika, Rahmansyah Chaidir bahwa kondisi  pelabuhan Poumako sangat tidak terurus. Beberapa kali pihaknya menyampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dibangunkan terminal khusus penumpang.

Menurut dia, di Pelabuhan Poumako tidak ada pintu khusus sehingga semua orang bebas masuk. Situasi di pelabuhan Poumako juga sangat tidak nyaman, karena semua kendaraan yang tidak berkepentingan bisa masuk ke wilayah itu.

"Pintu masuknya ada tiga. Makanya orang dari manapun bebas masuk. Sangat tidak nyaman di pelabuhan itu, karena tidak ada sarana dan prasarananya," ujarnya.

Kondisi ini pernah didiskusikan bersama Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Poumako, Husni Anwar Tianotak. Namun disampaikan salah satu kendala untuk pengembangan pelabuhan itu terkait persoalan status tanah.

"Kasihan sekali. Padahal pelabuhan itu sebagai pintu masuk yang harusnya ditata serapi mungkin. Kalau memang tanahnya bermasalah, maka bagaimana caranya supaya bisa terbayar," ujarnya.

Penulis : Acik

Editor : Jimmy