Freeport Kembali Buka Program Christmas Flight Dan Boat 2023 Untuk Karyawan Dan Keluarga Foto bersama sebelum penerbangan perdana program Christmas Flight dan Boat 2023 di Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (8/12/2023) (salampapua.com/Evita)

Freeport Kembali Buka Program Christmas Flight Dan Boat 2023 Untuk Karyawan Dan Keluarga

SALAM PAPUA (TIMIKA) Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar program Christmas Flight dan Boat 2023 untuk 3710 karyawan beserta keluarganya yang hendak berlibur atau mudik untuk merayakan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Pembukaan Christmas Flight dan Boat 2023 ini dibuka oleh VP Papuan Affairs Development PTFI, Soleman Faluk, di Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (8/12/2023).

Adapun Christmas Flight dan Boat 2023 untuk keberangkatan dimulai tanggal 8-23 Desember 2023 dan pulangnya dimulai tanggal 6-20 Januari 2024.

VP Papuan Affairs Development PTFI, Soleman Faluk mengatakan, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan bagi karyawan, khususnya yang berasal dari seputaran Tanah Papua yang akan merayakan Natal di kampung halaman.

Program penerbangan Natal ini bukan program baru tapi merupakan program tahunan yang sudah dijalankan sejak beberapa tahun yang lalu. Kita ketahui bahwa Natal adalah momentum terbaik bagi karyawan sehingga bisa berkumpul bersama keluarganya dengan sukacita, ujarnya.

Dia berharap dengan program ini karyawan dapat terbantu. Pasalnya penerbangan di beberapa daerah pedalaman Papua memiliki akses yang sangat terbatas.

Saya berharap penumpang mengikuti semua arahan panitia sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, terutama terkait dengan keselamatan jangan sampai ada hal-hal kecil menimbulkan perkara sehingga karyawan terkena warning, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Christmas Flight dan Boat 2023, Paul Laly dalam laporannya mengatakan bahwa sebanyak 3710 karyawan dan keluarga yang mengikuti program tersebut, dengan anggaran sebesar Rp 20 Miliar dan menggunakan 11 unit pesawat.

Ini merupakan program favorit bagi karyawan, saya sampaikan bahwa tidak banyak perusahaan yang dapat menganggarkan untuk memastikan karyawan bisa pulang ke kampung halaman. Kita ketahui Papua masih menjadi daerah dengan biaya tiket yang cukup mahal, ujarnya.

Ia menjelaskan, ada 6 daerah yang tahun ini tidak dapat dilayani penerbangannya yang merupakan wilayah Red Zone dimana daerah-daerah itu tidak diizinkan oleh pihak Kepolisian, yaitu daerah Alama, Bela, Beoga, Ilaga, Intan jaya/Sugapa, dan Kwiyawage.

Untuk yang menggunakan Boat masyarakat asli Pesisir meminta bantuan BBM dan perusahaan menyetujui untuk memberikan BBM sehingga mereka bisa membawa keluarga yang lainnya dalam satu Boat, ungkapnya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy