SALAM PAPUA (TIMIKA) – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Papua bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap dua nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, dalam keterangannya menyampaikan bahwa dua nelayan bernama Agus Salim dan Sa’dai berangkat melaut pada 5 Januari 2026 untuk memancing ikan tuna di sekitar rumpon yang berjarak sekitar 42 mil laut dari daratan. Namun hingga 11 Januari 2026, keduanya belum kembali dan tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga.

“Menurut keterangan keluarga, kedua nelayan biasanya melaut paling lama empat hari. Karena sudah memasuki hari ketujuh tanpa kabar, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas),” ujar Kombes Cahyo, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pencarian telah dilakukan sejak laporan diterima pada 11 Januari 2026. Namun, upaya pencarian sempat terkendala kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga pencarian sementara dihentikan demi keselamatan personel.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis sistem SAR Mapping (SARMAP), arah arus dan gelombang laut cenderung bergerak ke arah barat. Oleh karena itu, pencarian akan dilanjutkan menggunakan kapal SAR Jayapura dengan fokus penyisiran di sekitar lokasi rumpon tempat korban memancing, kemudian diperluas ke arah barat hingga wilayah Sarmi.

“Polda Papua melalui Dit Polairud terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait lainnya guna memaksimalkan upaya pencarian. Strategi pencarian akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan,” jelasnya.

Polda Papua bersama tim SAR gabungan berkomitmen untuk melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia, serta terus berkoordinasi hingga kedua nelayan tersebut berhasil ditemukan.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi